pulau nangka

Pulau ini terletak di antara pulau bangka dengan pulau sumatra,dihuni sekitar 100KK lebih.Pulau ini masih sangat alami dan memiliki pantai yang sangat indah

Sabtu, 20 Agustus 2011

Pondok Wisata di Pulau nangka

Koba, Bangka Tengah, 25/1 (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, pada 2011 akan membangun dua unit pondok wisata di dua pulau terpencil untuk menyediakan fasilitas wisata bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah itu.

"Dua pondok wisata yang masing-masing akan menelan anggaran Rp114 juta ini dibangun di Pulau Semujur dan Pulau Nangka berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bangka Tengah," ujar Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Tengah, Robain Zul, di Koba, Selasa.

Menurut dia, pondok wisata tersebut nantinya juga berfungsi sebagai tempat peristirahatan para nelayan yang sedang melaut, terutama saat menghadapi gelombang tinggi dan angin kencang yang membahayakan keselamatannya.

"Pembangunannya akan segera direalisasikan dalam waktu dekat agar pondok wisata dapat difungsikan sesegera mungkin, sekaligus merealisir program kepariwisataan daerah yang potensinya cukup besar," ujarnya.

Ia mengatakan, dengan dibangunnya pondok wisata diharapkan dapat menciptakan minat masyarakat lokal maupun pendatang untuk berwisata di dua pulau tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penduduk Pulau Semujur yang mayoritas suku Buton dan berprofesi sebagai nelayan, kurang lebih 400 jiwa. Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) menetap di Pulau tersebut.

Pada 2009 di Pulau Semujur telah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah sehingga suasana pulau pada malam hari tidak gelap gulita.

Keindahan panorama laut yang terpampang di hadapan pulau dan beragamnya aneka ikan laut menjadikan pulau ini sering menjadi tujuan wisata masyarakat lokal untuk menginap sembari memancing ikan bersama keluarga.

Kabupaten Bangka Tengah memiliki luas 2.155,77 kilometer atau 215.577 hektar dikelilingi oleh 12 pulau-pulau kecil dengan panjang garis pantai kurang lebih 195 kilometer.

Sebanyak 12 pulau terdiri dari Pulau Bebuar, Pulau Panjang, Pulau Panjang, Pulau Pelepas, Pulau Ketawai, Pulau Semujur, Pantai Keranji, Pantai Tanah Merah, Pantai Batu Belubang, Pantai Kedimpel, Pantai Penyak, Pantai Karang Jahe, Pantai Tanjung Langka dan Pantai Batu Beriga.

sumber : bangkatengahkab.go.id

Kamis, 18 Agustus 2011

Kebanjiran Udang

Beberapa hari yang lalu Nelayan pulau nangka mendapatkan udang yang cukup banyak,dalam sehari ada yang mendapatkan 30,40 bahkan ada yang 80 kg.namun ada juga nelayan yang kurang beruntung.mungkin sudah rezeki masing-masing.hehe

Rabu, 22 Desember 2010

Anggota DPD RI asal Bangka Belitung Noerhari Astuti kunjungi warga Pulau nangka


Pulau Nangka - Noerhari Astuti Anggota DPD RI asal Bangka Belitung prihatin terhadap nasib masyarakat di daerah terpencil. Untungnya pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten cukup memberi perhatian dengan melaksanakan program pengobatan gratis.

"Mudah-mudahan program pemerintah untuk masyarakat di desa terpencil tidak hanya dilakukan sesekali saja, namun dapat dilakukan secara berkesinambungan," harapnya saat berkunjung ke Dusun Pulau Nangka, Desa Tanjung Tedung, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis 28 Oktober 2010.
Kunjungan ini bertujuan untuk mensosialisasikan hasil amandemen Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu, kunjungan yang di dampingi H Marwan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan tenaga kesehatan, ini dilakukan guna melihat keadaan pendidikan di pulau terpencil.
"Hari ini saya telah melihat kondisi masyarakat. Diharapkan ke depan, masalah pendidikan maupun masalah kesehatan di daerah dapat lebih baik lagi," harap Noerhari.
Jarak Desa Tanjung Tedung dari Kota Pangkalpinang sekitar 70 km atau sekitar satu jam perjalanan darat. Selanjutnya dari Desa Tanjung Tedung untuk menuju Dusun Pulau Nangka harus melalui jalur laut dengan menggunakan perahu nelayan dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.
Meskipun harus menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, namun tidak menyurutkan semangat Noerhari beserta rombongan untuk dapat melihat dan mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat di dusun tersebut. Sesampai di Dusun Pulau Nangka, rombongan langsung disambut masyarakat dengan penuh keceriaan dan kegembiraan.
Tepatnya di SD 3 Dusun Pulau Nangka, Kecamatan Sungai Selan, Noerhari menyempatkan diri berdialog dengan guru, murid beserta masyarakat untuk mendengar aspirasi masyarakat. Kemudian dilanjutkan melihat tenaga kesehatan melakukan pengobatan gratis bagi masyarakat setempat. Berkat kesetiaan untuk mengabdi dan mendidik masyarakat di Pulau Nangka, Pellia Kepala Sekolah SD 3 mendapat umroh gratis dari Noerhari.
Neorhari berharap agar di Dusun Pulau Nangka dapat dibangun Polindes, karena jumlah penduduk di daerah ini sudah banyak. Tak hanya itu, hendaknya dilakukan pengangkatan guru untuk ditempatkan di dusun tersebut. Dalam bekerja harus penuh tanggung jawab, karena tugas guru untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa.
"Mari kita sama-sama membangun bangsa ini agar kita tidak tertinggal dengan bangsa lain," harapnya.
Sarana dan prasarana pendidikan di Pulau Nangka sudah cukup baik. Dikatakan Noerhari, bangunan sekolah sudah cukup baik, bangku-bangkunya juga sudah baik. Namun hanya tenaga pengajar/gurunya saja yang masih kurang, seperti guru SLTP hanya satu orang untuk mengajar tiga kelas, mulai kelas satu sampai kelas tiga.
"Jika hanya ada satu guru, terus bagaimana mendidiknya. Jadi saya minta perhatian dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi agar dapat lebih diperhatikan nasib para guru di daerah terpencil, baik guru PNS maupun guru honor," jelasnya.
Perlu dilakukan pemberian reward atau penghargaan kepada tenaga pengajar yang mengabdi di daerah terpencil. Ia menambahkan, pengangkatan tenaga guru tersebut menjadi PNS bisa dipercepat jika dibandingkan dengan daerah lainnya. Tak hanya itu, kesejahteraan tenaga guru juga harus diperhatikan dengan meningkatkan pemberian insentif. Hal ini dengan pertimbangan tidak semua orang suka tinggal di daerah pulau, mengingat jaraknya jauh dan banyak risiko.
Untuk itu, jelasnya, para guru di daerah terpencil harus diberikan penghargaan dan diperhatikan finansialnya. Sehingga tenaga pendidikan itu bisa lebih sejahtera dan betah berada di daerah terpencil. Dampak positifnya, anak di pulau terpencil juga bisa menjadi anak yang cerdas.
"Para guru di daerah ini agar dapat bersabar. Mudah-mudahan cita-cita kalian dan kehendak kalian dapat tercapai. Selain itu harapan murid dan masyarakat yang ada di Pulau Nangka dapat terwujud," harapnya.
 
 

Rabu, 02 Juni 2010

berkunjung ke pulau nangka

Pulau ini dibandingkan dengan pulau lain yang ada di Kabupaten Bangka Tengah lebih panjang 6 KM terletak di Kecamatan Sungai Selan antara pulau Bangka dan Pulau Sumatera. Pulau Nangka ini dihuni oleh 70 kepala Keluarga, dengan panorama pasir putih dan bebatuan yang indah juga banyaknya burung- burung yang beraneka ragam, bagi yang ingin berkunjung bias mengunakan perahu atau spetboat dari desa Sungai Selan dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam atau lewat Dusun Tanjung Tedung Kecamatan Sungai Selan 20 Menit mengunakan perahu atau spetboat.

Dusun Pulau Nangka Desa Tanjung Tedung Kecamatan Sungaiselan Kabupaten Bangka Tengah tahun ini bakal mendapat bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bangka Tengah.

Bantuan PLTS tersebut memiliki kapasitas 3.000 watt untuk memenuhi kebutuhan penerangan 77 KK warga setempat. Diharapkan dengan adanya bantuan tersebut Pulau Nangka tahun ini dapat terang benderang pada malam hari.

Camat Sungaiselan, Masagus Imron kepada harian ini mengungkapkan untuk PLTS tersebut diperkirakan akhir tahun 2009 ini sudah dapat dinikmati warga Pulau Nangka.

"Kita perkirakan sebelum puasa tahun ini Pulau Nangka sudah terang benderang. Kita berharap masyarakat setempat dapat memelihara PLTS bantuan tersebut dengan sebaikbaiknya karena untuk bantuan ini masyarakat setempatlah yang selanjutnya akan mengelolahnya," ungkap Masagus Imron, Rabu (15/4).

Menurutnya hingga saat ini di Kecamatan Sungaiselan baru sekitar 70 persen warga yang menikmati listrik dari PLN. Sedangkan sekitar 30 persen warga lainnya masih mengandalkan penerangan dari genset dan mesin diesel.

"Seperti Desa Kerakas, Tanjung Tedung, Kemingking dan Kerantai itu hingga saat ini masih mengandalkan penerangan dari diesel dan genset," jelas Masagus Imron.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi warga Kecamatan Sungaiselan berdasarkan catatan harian ini dari tahun 2006, mendapatkan bantuan PLTS ini dari pemerintah Provinsi Babel.

Bantuan dari Pemrov babel tersebut diberikan untuk warga Desa Munggu sebanyak tiga unit PLTS.

Sementara untuk tiga dusun terpencil yaitu Dusun Pulau Nangka, Tanjung Tedung dan Pangkalraya pada saat masih bergabung dengan Kabupaten Bangka Induk pada tahun 1995 lalu pernah mendapatkan ?Xbantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Di Pulau Nangka ini anda bisa menyewa perahu untuk menyalurkan hobi memancing anda. Ikan diperairan sungaiselan ini terkenal dengan rasanya yang gurih. Selamat rekreasi saja buat sobat-sobat cyberbangka.


sumber : cyberbangka

Masjid Al-Mujahidin Pulau nangka di resmikan gubernur

Pembangunan masjid Al-mujahidin Pulau Nangka yang menelan dana sebesar RP. 80.000.000, diresmikan Oleh Gubernur prov.Bangka Belitung Ir . H. Eko Maulana Ali kemarin , minggu 21 Maret 2010. Peresmian Masjid Al-Mujahidin ini di tandai dengan pemukulan beduk. Masjid ini bisa terbangun dikarenakan baiknya tali silaturrahim yang terbangun  diantara masyarakat pulau nangka, sehingga barokah dari Allah SWT bisa turun kedusun pulau Nangka ini, ujar Eko dalam sambutannya, ia juga mengingatkan agar masyarakat dipulau nangka ini jangan saling pendendam karna perbuatan seperti itu hanya akan menghalangi pahala dari Allah SWT, sambil membacakan Firman Allah sebagai dalil ucapannya.
 Foto 1  Foto 2
 Foto 3  Foto 4
Selain itu Gubernur juga mengatakan bahwa terbangun nya masjid ini menunjukkan  masyarakat disini sudah sadar bagaimana membangun sebuah Negara yang kuat. Dalam membangun Sebuah Negara Ada 4 (empat) komponen yang harus bersatu.
Komponen pembangunan disini harus kompak ,mulai dari ulama ,pemerintah, pengusaha dan masyrakat, kalau kompak maka ridho Allah pasti akan didapat, tapi kalau bercerai berai apalagi memutuskan tali silatur rahim, maka malapetaka, bala dan bencana justru yang akan didapat masyarakat didusun pulau nangka ini.
Oleh karena itu masjid ini harus dimakmurkan , jadikan masjid ini selain tempat untuk beribadah juga sebagai tempat untuk pendidikan dalam mencerdaskan umat, kegiatan sosial kemasayarakatan, dan juga tempat untuk bermusyawarah dalam menyusun rencana pembangunan dusun ini, mulailah dari masjid ini sebagai sarana untuk mempersatukan komponen pembangunan tersebut , harap Gubernur dalam tausiah nya dihadapan ratusan masyarakat dusun pulau nangka.
Sementara itu Kadus pulau nangka Ishar dalam sambutannya mengatakan bahwa mereka seakan bermimpi kedatangan pemimpin tertinggi di Provinsi ini. Kami menyadari bagaimana sibuk dan padatnya acara bapak Gubernur, tapi ditengah kesibukan itu Bapak Gubernur masih mau menyempatkan diri datang kedusun kami yang terpencil seperti ini. Terus terang saja selama ini para pejabat jarang sekali mau ber kunjung kedusun kami ini, karena mungkin dianggap tidak begitu penting , ujar ishar.
Foto 5 Foto 6
Oleh karena itu kami sangat bersyukur kepada Allah atas kunjungan bapak kedusun kami yang memang  telah lama di idam-idamkan masyarakat kami.
Agar masyarakat tidak kecewa kami mohon bapak Gubernur dapat memberikan ceramah agama dan  tausiah agar masyarakat dusun pulau nangka bisa tercerahkan ,pinta pak kadus.
Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Bangka tengah Erzaldi Rosman johan, Kadis Kesbang Linmas, Kadis pertambangan & energi, Kadis Kesehatan, Kadis Pora, Kadis Diknas, Karo Hukum dan Sekretaris Diskominfo, H. Marwan S.Ag, serta tokoh Masyarakat sungai selan yang ikut dalam robongan.. Setelah  peresmian masjid, acara dilanjutkan dengan pembacaan yasin di Makam Kiay Jakfar Sidik. (Marwan)